Terbaru

Terpesona, Ernest Prakasa Gandeng Adinia Wirasti

Ernest Prakasa kembali menggarap film bergenre komedi | PT. Kontak Perkasa Futures Pusat

PT. Kontak Perkasa Futures Pusat

Satu hal lagi yang tak kalah penting, dalam film Cek Toko Sebelah, Ernest bisa memberi kesempatan pada istri Gading Marten, Gisella Anastasia, untuk memperlihatkan kebolehannya di bidang akting.

"Gisel ini debut pertamanya (di film) dan gue selalu senang kasih kesempatan orang-orang baru. Di Ngenest gue pilih Lala Karmela yang dapat kesempatan pertamanya dan sukses. Gue berharap Gisel juga punya kesempatan yang sama," kata ErnestPrakasa.

Bukan tanpa alasan Ernest memilih Adinia Wirasti untuk bermain di filmnya. Ernest Prakasa mengaku sudah lama terpesona dengan akting pemeran Carmen di Ada Apa dengan Cinta tersebut.

"Gue pengagumnya lah akting dia dari Kapan Kawin, 3 Hari Untuk Selamanya, Selamat Pagi Malam, itu keren. Menurut gue dia aktris yang luar biasa, senang banget dia bisa join di sini," ia melanjutkan.

Melibatkan Adinia Wirasti dalam proyek filmnya, rupanya adalah hal yang membanggakan buat Ernest. Pasalnya, ia menilai bahwa Adinia Wirasti merupakan aktris yang memiliki kredibilitas tinggi.

"Ini cast yang buat gue dibandingkan yang kemarin (Ngenest) peningkatannya cukup signifikan, bisa bawa nama-nama kayak Adinia Wirasti," ucap Ernest Prakasa di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2016).

Sukses dengan film Ngenest, Ernest Prakasa kembali menggarap film bergenre komedi berjudul Cek Toko Sebelah. Lewat film ini, ia menggaet sejumlah aktor dan aktris berbakat seperti Dion Wiyoko dan Adinia Wirasti.

Ernest Prakasa Kembangkan Komedi di Film Cek Toko Sebelah | PT. Kontak Perkasa Futures Pusat

PT. Kontak Perkasa Futures Pusat

Film ini bercerita tentang kisah Erwin (Ernest Prakasa) yang menikmati hidupnya dengan karier gemilang di usia muda bersama kekasihnya yang cantik dan tak kalah sukses, Natalie (Gisella Anastasia).

Permasalahan timbul saat ayah Erwin, Koh Afuk (Chew Kin Wah) yang ingin mewariskan toko sembakonya untuk anak kesayangannya, Erwin. Padahal, Koh Afuk memiliki anak sulung bernama Yohan (Dion Wiyoko) yang telah menikah dengan Ayu (Adinia Wirasti).

Yohan lantas merasa geram karena merasa dilangkahi adiknya. Kisahnya semakin seru dengan gelak tawa didalamnya. Pecinta film Indonesia pun bisa menikmati film ini pada Desember 2016.

Film hasil rumah produksi Star Vision ini dinilai lebih matang. Pimpinan Star Vision Chand Parwez Servia  melihat konsep dan penggarapan jauh lebih menarik. Dia yakin film komedi ini akan memberikan sesuatu yang baru bagi penonton Indonesia.

"2016 ini menjadi tahun yang fenomenal. Ada film-film komedi yang bagus-bagus. Komedi menjadi sesuatu yang menarik dan luar biasa. Saya percaya sekali dengan script Ernest. Ketika saya baca itu sudah jauh lebih bagus daripada Ngenest. (CTS) memberikan sesuatu yang baru dan bisa membuat penonton dekat dengan kehidupan sehari-hari. Komedinya ada, dramanya juga dapet," terangnya.

Ini premis dasarnya dari fenomena keluarga orang Chinese yang walaupun anaknya sudah kuliah jauh-jauh ke luar negeri, ujung-ujungnya jaga toko. Dari situ saya kembangin sama istri dan akhirnya jadi seperti ini," jelasnya.

Meira sendiri melihat cerita yang dibangun ini memang berlatar kehidupan sehari-hari, tetapi dikemas ringan lewat komedi. Akan tetapi jauh berbeda dengan film sebelumnya. “Ngenest itu diangkat dari kisah nyata dan sudah ada novelnya lebih dulu. Sementara, CTS ini pure fiksi. Kita bikin dari 0 banget, dari kertas kosong. Premis awalnya yang itu tadi dari Ernest, terus kita kerjain, kita kembangin lagi berdua,". papar Meira.

Dulu Ngenest itu film pertama saya dan ternyata dapat respon bagus. Jadi ekspektasi orang tentu akan lebih sama dengan CTS ini,” kata Ernest pada konferensi pers Cek Toko Sebelah di Semanggi, Jakarta, Senin (26/9/2016).

Untuk memperkuat cerita, dia menggandeng istrinya, Meira Anastasia dalam menulis cerita, di mana kisahnya masih berdasarkan pada fenomena yang cukup umum ditemui masyarakat.

Komedian Ernest Prakasa berusaha mengulang sukses Ngenest The Movie dengan memproduksi film keduanya bertajuk Cek Toko Sebelah (CTS). Tentu saja dengan tantangan yang lebih besar, di mana dia harus menunjukkan kualitas film tersebut. Tidak saja dari segi cerita, juga pengemasannya.

Ernest Prakasa Tak Canggung Lagi Pacaran dengan Gisela Anastasia | PT. Kontak Perkasa Futures Pusat

PT. Kontak Perkasa Futures Pusat

Proses melelahkan tersebut menurut Ernest hanya untuk melatih dasar akting dari istri Gading Marten tersebut. "Hanya untuk melatih dasar-dasar aktingnya dan dia menjalaninya dengan bahagia, itu buat gue komitmennya mengagumkan," imbuh Ernest.

Ditambahkan oleh Ernest, acting coach ini memang diperuntukkan khusus bagi Gisel. "Karena dari 5 main cast ini, Gisel satu-satunya yang belum pernah main film sama sekali. Dia juga sadar mau dibekali ilmu yang baru. Jadi kita berikan acting coach buat Gisel," tandas Ernest Prakasa.

Pujian tak sungkan dilayangkan Ernest kepada ibu satu anak tersebut. Menurutnya, komitmen Gisel di film Cek Toko Sebelah layak diapresiasi. Pasalnya, sebagai pendatang baru di dunia akting, Gisel rela mengorbankan banyak waktunya untuk belajar.

"Gisel luar biasa komit dalam menjalankan syuting ini. Sebelum reading sama gue, scene-scene kita berdua, dia workshop dulu sama acting coach. Prosesnya sangat melelahkan berhari-hari, sehari bisa 4-5 jam," ujarnya.

Melakoni adegan mesra, Ernest dan Gisel pun kini tak canggung lagi. "Tapi setelah beberapa kali pertemuan sudah mulai cair, dan sudah nggak canggung dengan adegan yang selayaknya pasangan, lama-lama sudah biasa," imbuhnya.

 Awalnya kaku, namun setelah lama menjalin komunikasi akhirnya Ernest Prakasa dan Gisela Anastasia sukses menjalin chemistry. Mereka pun dapat dengan gampang menjadi pasangan kekasih dalam film berjudul Cek Toko Sebelah.

"Ya lumayan susah. Pertemuan pertama masih kaku banget, karena kita nggak kenal sebelumnya. Cuma kenal Gading, belum kenal Gisel," kata Ernest Prakasa di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (26/9).



0 Response to "Terpesona, Ernest Prakasa Gandeng Adinia Wirasti"